Stadion GBLA

Stadion GBLA menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Jawa Barat, stadion ini menjadi markas Maung Bandung.

Pertandingan kandang di stadion yang pernah berganti nama ini juga sangat ditunggu-tunggu para bobotoh.

Sejarah Stadion GBLA 

Dibangun di Atas Lahan yang Labil

Stadion GBLA berdiri di atas lahan yang labil yang mudah ambles, hal ini karena stadion tersebut dibangun tepat di atas cekungan Danau Bandung Purba. Danau Bandung Purba terbentuk melalui proses yang memakan waktu ribuan tahun semenjak Gunung Sunda meletus. 

Gunung Tangkuban Perahu terbentuk pada zaman Holosen (sekitar 11.000 tahun yang lalu), gunung tersebut telah mengalami erupsi besar sebanyak tiga kali. Erupsi besar yang kedua dari gunung tersebut yang  membentuk “Danau Bandung” atau disebut juga “Situ Hiang” pada zaman dahulu.

Sawah dengan material lempung lunak adalah sisa-sisa Danau Bandung Purba yang merupakan tempat berdirinya Stadion GBLA. Berbagai upaya rekayasa rekonstruksi telah dilakukan, namun pada area pintu masuk stadion pernah mengalami keretakan.

Awal Dibangun dan Anggaran

Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) merupakan stadion yang berlokasi di KM 149 ruas Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi dan Jalan Bypass Soekarno-Hatta, Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Stadion ini dibangun pada masa Gubernur Ahmad Heryawan pada Oktober 2009 dan mulai dibuka pada 9 Mei 2016, dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 545 miliar. Desain stadion dibuat oleh arsitek dari PT. Penta Architecture dan kontraktor PT. Adhi Karya. Stadion ini mengalami renovasi pertamanya pada 2016 lalu.

Memorandum of Understanding (MoU) pada 2008 antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Kota Bandung mengenai anggaran pembangunan stadion ini adalah sebagai berikut :

  • 60% berasal dari anggaran Provinsi Jawa Barat
  • 40% berasal dari anggaran Kota Bandung

Pembagian anggaran tersebut dengan catatan bahwa gedung dan tanah stadion akan menjadi aset Provinsi Jawa Barat.

Kemudian MoU tersebut direvisi pada Desember 2009 dan terjadi kesepakatan bahwa stadion akan dibangun dan menjadi aset Kota Bandung karena proporsi anggaran tidak ada lagi. 

Dalam rangka penyambutan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Pemprov Jabar tetap membantu anggaran pembangunan stadion selama 3 tahun melalui Bantuan Keuangan (Bankeu). Hal tersebut dilakukan untuk kepentingan event olahraga terbesar se-Tanah Air tersebut.

Peresmian Stadion

Peresmian stadion yang seharusnya dilakukan pada 31 Desember 2012 tersebut diundur karena kendala cuaca dan kondisi pembangunan stadion yang belum mencapai 100 persen saat itu. Peresmian stadion tersebut dihadiri pemerintah daerah yang saat itu menjabat :

  • Gubernur Jawa Barat : Ahmad Heryawan
  • Wakil Gubernur Jawa Barat : Dede Yusuf
  • Walikota Bandung : Dada Rosada
  • Wakil Walikota Bandung : Ayi Vivananda

Acara peresmian stadion kebanggaan Persib tersebut dihadiri sekitar 5000 orang.

Perubahan Nama Stadion

Sebelum namanya menjadi Stadion Gelora Bandung Lautan Api, nama stadion ini adalah Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage atau Stadion Gedebage. Dinamakan demikian agar masyarakat mudah mengingat nama tersebut karena lokasi stadion yang berada di daerah Gedebage. 

Namun pemberian nama tersebut hanya sementara, pemerintah pun melakukan polling pemberian nama baru untuk stadion. Perubahan nama menjadi Stadion Gelora Rosada pun sempat mencuat, hal tersebut karena stadion tersebut dibangun saat masa Walikota Bandung yang menjabat saat itu, yaitu Dada Rosada.

Hingga akhirnya nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api mendapat polling terbanyak dan menjadi nama resmi stadion ini sampai sekarang, nama tersebut ditetapkan sesuai keputusan dari DPRD Kota Bandung melalui rapat paripurna.

Fungsi Stadion GBLA 

Stadion ini telah menjadi homebase kesebelasan Persib Bandung sejak kompetisi pada tahun 2014. Masyarakat ramai mengunjungi stadion ini saat Car Free Day di hari minggu pagi untuk berjalan-jalan santai, bersepeda, jogging, dan senam pagi. 

Karena cukup luas, jalanan di samping stadion pun seringkali dimanfaatkan untuk latihan mengemudi. Di hari minggu akan semakin ramai karena banyak berjualan berbagai macam barang dan makanan dengan harga yang murah dan lengkap. Anda pun bisa melakukan aktivitas olahraga sambil menikmati kuliner pagi.

Fasilitas Stadion GBLA 

Stadion ini sudah bertaraf internasional, dan telah memegang standar-standar sebagai berikut :

  • Football Stadium Technical
  • Recommendation Requirements
  • FIFA Safety Guidelines

Fasilitas lapangan pun cukup memadai, yaitu sebagai berikut :

  • Tidak hanya lapangan sepak bola, melainkan terdapat pula lapangan atletik, sirkulasi, dan tribun yang dilengkapi atap penuh
  • Tapak stadion seluas 5,2 hektar dan landscape lapangan seluas 16,9 hektar
  • Gedung memiliki 4 lantai dengan total luas area ruangan mencapai 72.000 m2
  • Total luas beserta fasilitas pendukung lain adalah 40 hektar
  • Rumput yang digunakan pun merupakan jenis Zoysia Matrellla yang sudah berstandar rumput lapangan dari FIFA
  • Stadion dapat menampung penonton sebanyak 72.000 orang (tanpa kursi), sedangkan dengan kursi merk Ferco kapasitasnya hanya 38.000 orang
  • Scoring board, e-board, dan kursi terbuat dari bahan tahan api
  • Tersedia toilet sebanyak 766 buah dan banyak musholla
  • Tersedia ruang VVIP dengan kaca anti peluru untuk tamu khusus misalnya kepala negara
  • Tersedia area untuk landasan helikopter

Akses Stadion GBLA 

Untuk menuju stadion ini, Anda bisa memilih akses jalan sebagai berikut :

  • Melalui Jalan Soekarno-Hatta kemudian menuju Jalan Cimincrang. Jika Anda datang dari arah barat, maka setelah melewati Markas Polda Jabar harus berputar untuk menuju Jalan Cimincrang. Setelah itu, memasuki Kompleks Cempaka Arum dan diteruskan dengan berjalan kaki menuju stadion
  • Melalui Jalan Soekarno-Hatta kemudian menuju Jalan Gedebage Selatan, kemudian belok kiri saat sudah sampai di perempatan Derwati. Anda akan melewati jembatan jalan tol kemudian di sisi jalan tol, belok kanan menuju jalan baru menuju stadion.
  • Untuk mencapai jalan baru stadion di sisi jalan tol, Anda juga bisa melalui Jalan Raya Sapaan
  • Melalui pintu Tol Buahbatu, apabila Anda datang dari luar kota dan melalui jalan tol
  • Melalui pintu tol khusus di KM 149 Tol Purbaleunyi dan ruas jalan dari arah Jalan Rancanumpang dan Stasiun KA Cimekar
  • Menelusuri jalan tol sekitar 2 kilometer dari ruas jalan yang disediakan.

Data Stadion GBLA 

Sebagai salah satu stadion megah di Jawa Barat, stadion ini pun seringkali dijadikan tempat untuk event besar, yaitu sebagai berikut :

  • Sebagai tempat utama pergelaran PON XIX 2016, dimana upacara pembukaan dan penutupan pesta olahraga tersebut juga dilakukan di stadion ini.
  • Sebagai salah satu tempat digelarnya laga kandang Persib Bandung di kompetisi Liga 1 2020

Harga Tiket Stadion

Harga tiket Stadion GBLA untuk penonton yang ingin menyaksikan kompetisi Liga 1 adalah sebagai berikut :

Non membership (untuk membership Persib Bandung berlaku diskon 20 persen)

  • VIP Bawah Rp 200.000
  • VIP Atas Rp 125.000
  • Samping Barat Selatan Atas Rp 75.000
  • Samping Barat Selatan Bawah Rp 75.000
  • Samping Barat Utara Atas Rp 75.000
  • Samping Barat Utara Bawah Rp 75.000
  • Timur Bawah Rp 50.000
  • Timur Atas Rp 50.000
  • Utara Bawah Rp 50.000
  • Selatan Bawah Rp 50.000

Akhir Kata

Tidak hanya dijadikan tempat pertandingan sepakbola, Stadion GBLA juga menjadi tempat favorit masyarakat untuk menghabiskan hari minggu pagi dengan berbagai kegiatan olahraga dan belanja di pasar dadakan di sekitar stadion. Sangat seru bukan?

Leave a Comment